You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Wagub rano stbm babs grogol prtamburan otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Rano Apresiasi Peran Kampus Wujudkan STBM di Kelurahan Tomang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengapresiasi keterlibatan kalangan perguruan tinggi mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau Open Defecation Free (ODF) di wilayah Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. 

Meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat

Rano berharap, ke depan peran serta kampus tidak hanya sebatas mengatasi persoalan buang air besar sembarangan (BABS), tapi dapat merambah bidang lain terkait kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. 

"Alhamdulillah, Universitas Trisakti mengambil inisiatif pertama dan tentu saja kita sambut. Kita kerja sama dengan universitas bukan hanya bicara tentang MCK, tapi bagaimana meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat setempat," ujar Rano, usai menghadiri deklarasi komitmen STBM Kelurahan Tomang di RPTRA Mandala RW 04, Senin (29/6). 

STBM Dideklarasikan di Pinang Ranti

Dikatakan Rano, kegiatan deklarasi ini merupakan sebuah inisiatif warga yang mendapat dukungan dari sejumlah stakeholder seperti Universitas Trisakti, JNE, PAL Jaya, dan BAZNAS Bazis DKI Jakarta. Kolaborasi ini diwujudkan dengan merampungkan pembangunan dan revitalisasi tujuh unit MCK komunal di wilayah Kelurahan Tomang.

Berdasar data, ungkap Rano, saat ini dari 297 kelurahan di Jakarta sebanyak 194 di antaranya atau sekitar 72,6 persen telah mendeklarasikan komitmen ODF. 

"Persoalan BABS masih menjadi kendala di Jakarta. Karena itu, kami terus mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mengentaskan persoalan itu," tukas Rano.

Selama ini, sambung Rano, jajarannya terus berupaya mengentaskan persoalan RW Kumuh di DKI Jakarta. Alhasil BPS telah mengumumkan bahwa jumlah RW kumuh yang sebelumnya mencapai 468 menjadi 211 pada 2026 ini.

Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan ini nantinya akan juga berdampak terhadap penilaian indeks kota global Jakarta. 

Dijelaskannya, peringkat indeks kota global Jakarta dalam dua tahun telah meningkat dari urutan ke 74 menjadi urutan ke 71 setelah berbagai upaya yang dilakukan.

"Saya yakin, mungkin dalam Agustus akan meningkat. Akibatnya kalau dengan indeks city global ini, Jakarta diakui sebagai kota metropolitan," tegasnya.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah menjelaskan, pengentasan persoalan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di Kelurahan Tomang dilakukan dengan pembangunan lima unit MCK komunal dan merevitalisasi dua unit MCK komunal. Ketujuh MCK itu melayani 503 KK dengan 1.278 jiwa.

"Kami mengajak para kolaborator untuk membantu. Hal ini tentu menjadi bentuk kerja sama yang sangat sinergis dan sangat baik untuk masyarakat yang diberikan para kolaborator," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5463 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1924 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1896 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1852 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1672 personAnita Karyati